HUBUNGAN SIKAP TENTANG MENSTRUASI DENGAN UPAYA PENANGANAN DISMENORE PADA MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN STIKES HUSADA JOMBANG
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam
tubuh seorang perempuan yang terjadi secara berkala yang dialami setiap bulan
secara rutin (Sylvia D.Elvira, 2010). Menstruasi adalah
perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi
(Bobak, 2004). Walaupaun
menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang
mengalami ketidaknyamanan fisik atau merasa tersiksa saat menjelang atau selama
haid berlangsung (Blog Dokter, 2007). Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala-
gejala pada waktu haid, tetapi sebagian kecil merasa berat di panggul atau
merasa nyeri sampai mau pingsan dan tidak bisa masuk sekolah atau kerja (Mahannad
Shadine, 2009). Ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenore, yang merupakan suatu gejala yang
paling sering menyebabkan wanita- wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi
dan pengobatan (Sarwono, 2007). Dismenore merupakan keluhan yang paling
sering di temukan oleh ahli ginekologi, pemeriksaannya harus di laksanakan
secara sistematis. Riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh
merupakan cara diagnostik yang berhubungan dengan asal dismenore. Diagnostik
tidak boleh berhenti pada jenis kelainan adanya penyakit atau kelainan yang
menjadi dasar penyebabnya harus di cari, di diagnosis kemudian di terapi dengan
sesuai. Menghadapi hal ini menimbulkan kecemasan pada anak, bahkan sering
tumbuh keyakinan bahwa menstruasi itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau
serius. Mereka juga mengembangkan sikap negatif tentang menstruasi.Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup
dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dapat disimpulkan bahwa
sikap dapat dilihat secara langsung, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih
dahulu dari perilaku yang ditutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi
adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan
sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat reaksi emosional terhadap
stimulus sosial. Sikap adalah keadaan mental dan
saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh
dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang
berkaitan dengannya. (Widayatun,T.R, 2009).
Menurut
data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%)
wanita yang mengalami dismenore
dengan 10-15% mengalami dismenore
berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore
sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%)
mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore
sekunder (Info Sehat, 2010). Di Jawa Timur jumlah remaja putri yang reproduktif yaitu yang berusia 10-24 tahun
adalah sebesar 56.598 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenore dan datang
ke bagian kebidanan sebesar 11565
jiwa (1,31%) (BPS Provinsi Jawa Timur, 2010). Jumlah penduduk remaja di
Kabupaten Jombang yang berusia reproduktif sebesar 27.988 jiwa, dengan jumlah
yang mengalami menstruasi dan datang ke bidan karena nyeri saat haid sebesar
9.678 jiwa (BKKBN, Kab. Jombang, 2010). Berdasarkan hasil studi pendahuluan
yang dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2012 kepada 10 orang mahasiswi D3 Kebidanan
Stikes Husada Jombang, sebanyak 5 orang (50%) mengalami dismenore dan
hanya 2 orang (20%) yang mengerti tentang cara penanganan nyeri haid.