Selasa, 02 Juli 2013

UJIAN UTS NURSING COMPUTERIZED

HUBUNGAN SIKAP TENTANG MENSTRUASI DENGAN UPAYA PENANGANAN DISMENORE PADA MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN STIKES HUSADA JOMBANG


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
1
 
 Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam tubuh seorang perempuan yang terjadi secara berkala yang dialami setiap bulan secara rutin (Sylvia D.Elvira, 2010). Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi (Bobak, 2004). Walaupaun menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik atau merasa tersiksa saat menjelang atau selama haid berlangsung (Blog Dokter, 2007). Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala- gejala pada waktu haid, tetapi sebagian kecil merasa berat di panggul atau merasa nyeri sampai mau pingsan dan tidak bisa masuk sekolah atau kerja (Mahannad Shadine, 2009). Ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenore, yang merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Sarwono, 2007). Dismenore merupakan keluhan yang paling sering di temukan oleh ahli ginekologi, pemeriksaannya harus di laksanakan secara sistematis. Riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh merupakan cara diagnostik yang berhubungan dengan asal dismenore. Diagnostik tidak boleh berhenti pada jenis kelainan adanya penyakit atau kelainan yang menjadi dasar penyebabnya harus di cari, di diagnosis kemudian di terapi dengan sesuai. Menghadapi hal ini menimbulkan kecemasan pada anak, bahkan sering tumbuh keyakinan bahwa menstruasi itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau serius. Mereka juga mengembangkan sikap negatif tentang menstruasi.Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dapat disimpulkan bahwa sikap dapat dilihat secara langsung, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang ditutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang  bersifat reaksi emosional terhadap stimulus sosial. Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. (Widayatun,T.R, 2009).
Menurut data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore dengan 10-15% mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder (Info Sehat, 2010). Di Jawa Timur jumlah remaja putri yang  reproduktif yaitu yang berusia 10-24 tahun adalah sebesar 56.598 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenore  dan datang  ke bagian kebidanan  sebesar 11565 jiwa (1,31%) (BPS Provinsi Jawa Timur, 2010). Jumlah penduduk remaja di Kabupaten Jombang yang berusia reproduktif sebesar 27.988 jiwa, dengan jumlah yang mengalami menstruasi dan datang ke bidan karena nyeri saat haid sebesar 9.678 jiwa (BKKBN, Kab. Jombang, 2010). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2012 kepada 10 orang mahasiswi D3 Kebidanan Stikes Husada Jombang, sebanyak 5 orang (50%) mengalami dismenore dan hanya 2 orang (20%) yang mengerti tentang cara penanganan nyeri haid.

UJIAN UTS NURSING COMPUTERIZED

HUBUNGAN SIKAP TENTANG MENSTRUASI DENGAN UPAYA PENANGANAN DISMENORE PADA MAHASISIWI SEMESTER III PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN STIKES HUSADA JOMBANG

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
1
 
 Menstruasi adalah perubahan fisiologis dalam tubuh seorang perempuan yang terjadi secara berkala yang dialami setiap bulan secara rutin (Sylvia D.Elvira, 2010). Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi (Bobak, 2004). Walaupaun menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik atau merasa tersiksa saat menjelang atau selama haid berlangsung (Blog Dokter, 2007). Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala- gejala pada waktu haid, tetapi sebagian kecil merasa berat di panggul atau merasa nyeri sampai mau pingsan dan tidak bisa masuk sekolah atau kerja (Mahannad Shadine, 2009). Ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu dismenore, yang merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita- wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan (Sarwono, 2007). Dismenore merupakan keluhan yang paling sering di temukan oleh ahli ginekologi, pemeriksaannya harus di laksanakan secara sistematis. Riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh merupakan cara diagnostik yang berhubungan dengan asal dismenore. Diagnostik tidak boleh berhenti pada jenis kelainan adanya penyakit atau kelainan yang menjadi dasar penyebabnya harus di cari, di diagnosis kemudian di terapi dengan sesuai. Menghadapi hal ini menimbulkan kecemasan pada anak, bahkan sering tumbuh keyakinan bahwa menstruasi itu sesuatu yang tidak menyenangkan atau serius. Mereka juga mengembangkan sikap negatif tentang menstruasi.Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Dapat disimpulkan bahwa sikap dapat dilihat secara langsung, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang ditutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang  bersifat reaksi emosional terhadap stimulus sosial. Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya. (Widayatun,T.R, 2009).
Menurut data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore dengan 10-15% mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder (Info Sehat, 2010). Di Jawa Timur jumlah remaja putri yang  reproduktif yaitu yang berusia 10-24 tahun adalah sebesar 56.598 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenore  dan datang  ke bagian kebidanan  sebesar 11565 jiwa (1,31%) (BPS Provinsi Jawa Timur, 2010). Jumlah penduduk remaja di Kabupaten Jombang yang berusia reproduktif sebesar 27.988 jiwa, dengan jumlah yang mengalami menstruasi dan datang ke bidan karena nyeri saat haid sebesar 9.678 jiwa (BKKBN, Kab. Jombang, 2010). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2012 kepada 10 orang mahasiswi D3 Kebidanan Stikes Husada Jombang, sebanyak 5 orang (50%) mengalami dismenore dan hanya 2 orang (20%) yang mengerti tentang cara penanganan nyeri haid.

UJI COBA BLOG Oleh : YULIUS NINO

Nama : Yulius Nino
Nim    : 2009.03.0231
Prodi  : S1 Ilmu Keperawatan